Saturday, February 27, 2010

Membuat DHCP Server pada Mikrotik

Sesudah kita men-setting basic mikrotik dan membuat router (ini merupakan langkah awal yang wajib di setting sebelum kita ke langkah selanjutnya) maka kita ke bagian selanjutnya yaitu membuat DHCP Server pada Mikrotik.

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server, sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

Bentuk perintah konfigurasi

ip dhcp-server setup
dhcp server interface = { interface yang digunakan }
dhcp server space = { network yang akan di dhcp }
gateway for dhcp network = { ip gateway }
address to give out = { range ip address }
dns servers = { name server }
lease time = { waktu sewa yang diberikan }

Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

a. Tambahkan IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30

b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.
Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30
/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30
comment=”"

c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )
/ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool

d. Lihat status DHCP server
[admin@routerku] > ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0dhcp1 Local
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu di enablekan terlebih
dahulu pada langkah e.

e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif

f. Tes Dari client apakah telah mendapat IP sesuai range yang kita berikan atau belum.
kemudian tes router yang telah diberi DHCP server apakah sudah jalan dengan benar dengan cara ping ke suatu web site.
Misalnya :
C:>ping www.bloganakkomputer.blogspot.com

Dasar-Dasar Mikrotik 2 (Interface, Name Server, IP Address, dll) dan Router Mikrotik


Ini merupakan versi yang kedua seting mikrotik dasar dari saya dan merupakan setting versi saya (dengan script bantuan dari blog kawan yang disempurnakan)

Langsung saja, perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux, sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.

Baiklah kita lanjutkan pengenalan perintah ini.

Setelah login, cek kondisi interface atau ethernet card.

1. Melihat kondisi interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik] >
Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).
a. Mengganti nama interface
[admin@Mikrotik] > interface(enter)

b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka
[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public

c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local

d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip
[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public

e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
[admin@Mikrotik] > /interface print

Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R Local ether 0 0 1500
1 R Public ether 0 0 1500

2. Mengganti Password Default

Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik] >

3. Mengganti nama hostname

Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini
nama server akan diganti menjadi “routerku”

[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
[admin@routerku] >

Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server

4. IP Address

Bentuk Perintah konfigurasi
ip address add address={ip address/netmask} interface={nama interface}

a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN
kita dengan IP 192.168.0.30
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2
netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”
[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30
netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”

b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@routerku] > ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 ;;; IP Address ke Internet
192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local
1 ;;; IP Address ke LAN
192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public
[admin@routerku]>

5. Gateway

Bentuk Perintah Konfigurasi
ip route add gateway={ip gateway}
a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.1.1
[admin@routerku] > ip route add gateway=192.168.1.1

b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@routerku] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local
1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public
[admin@routerku]>

c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@routerku] > ping 192.168.1.1
192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ttl="64" max =" 0/0.0/0">

6. NAT (Network Address Translation)

Bentuk Perintah Konfigurasi
ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet
yang langsung terhubung ke Internet atau Public}

a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>

b. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@routerku] ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>

7. Name server

Bentuk Perintah Konfigurasi
ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}

a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya
Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5
[admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=yes
[admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=yes

b. Melihat konfigurasi DNS
[admin@routerku] > ip dns print
primary-dns: 202.134.0.155
secondary-dns: 202.134.2.5
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@routerku]>

c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@routerku] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@routerku]>

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar. Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka http://192.168.0.30. Di Browser akan ditampilkan dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ.
Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.

source:from google.com (maaf nama blognya lupa)

Friday, February 19, 2010

Review Game : Bioshock 2, Aksi Horor di Kota Bawah Laut


Jakarta - Bioshock 2, tidak meneruskan kisah petualangan Jack dalam versi pertama. Game ini justru mengambil jalan cerita sekitar 8 tahun sebelum versi pertamanya, dan di sini pemain akan berperan sebagai Big Daddy.

Untuk para pemain Bioshock mungkin nama Big Daddy sudah tidak asing lagi. Ya, ini adalah salah satu tokoh antogonis yang merupakan musuh utama dalam Bioshock.

Alkisah dimulai pada tahun 1968, pemain akan diajak berpetualang sembari melihat pemadangan dunia bahwa laut melalui kota fiksi bernama The Rapture.

Jika sebelumnya dalam kota tersebut pemain akrab sekali dengan suara lelaki bernama Andrew Ryan, kini peran Ryan telah tergantikan. Di sini, para gamer akan berhadapan dengan musuh utama bernama Sofia Lamb.

Grafis Tidak Berbeda dengan Versi Pertama

Jika beberapa elemen dalam game ini telah diubah, namun tidak dengan kualitas grafis yang disajikan. Pemandangan bawah laut, desiran air yang mengalir, hingga penampilan dari tiap-tiap karakter masih cenderung sama dengan versi terdahulu.

Namun memang bukan hal itulah yang paling berkesan dari Bioshock 2. Gambar artistik berupa poster, hiasan dinding hingga frame foto yang banyak menghiasi kota Rapture memiliki kesan unik tersendiri.

Karena mengambil tema era tahun 60-an maka tampilan asesoris yang ada dalam Kota tersebut pun sangat terlihat 'tua', bahkan hal tersebut makin diperjelas dengan penempatan pemutar musik piringan hitam.

Secara keseluruhan, grafis dalam Bioshock 2 memang sama sekali tidak bisa dibanggakan namun bukan berarti membuat game ini terlihat buruk. Hanya saja, jika disandingkan dengan beberapa game terbaru seperti Modern Warfare ataupun Mass Effect 2 game ini jadi terlihat jadi 'usang'.

Pertempuran yang Semakin Seru dan Sadis

Karena berperan sebagai Big Daddy, aksi pertempuran pun kian hebat. Pemain dapat menggunakan beragam senjata seperti mesin bor, senapan mesin, hingga beberapa kemapuan telekinesis. Hal itu tentunya sangat membantu untuk menghadang para splicers.

Splicers merupakan para penghuni Kota Rapture yang ganas, penyerangangan mereka dalam game ini pun seakan tidak ada hentinya. Terlebih lagi tugas pemain sebagai Big Daddy pun bakal banyak membawa misi untuk melindungi bocah kecil yang diasuhnya.

Selain para Splicers, pemain juga akan menjumpai beberapa musuh lama seperti Big Sister. Pertempuran dengan para Splicers ataupun Big Sister makin seru berkat senjata utama pemain yakni, mesin bor.

Dengan mudahnya mesin bor yang berputar menancap ke bagian tubuh musuh, efek luka yang ditimbulkan pun sangat luar biasa sehingga sangat ampuh sebagai senjata utama.

Namun perlu diketahui, dengan kehadiran senjata baru ini pertarungan akan terlihat lebih sadis dan brutal. Pemain bakal menjumpai banyak darah yang berhamburan, hal itulah yang membuat Bioshock 2 tidak bersahabat dengan anak-anak.

Bicara mengenai darah, Health system dalam game ini masih menggunakan cara lama. Pemain harus selalu mencari Health station atau Medical Kit ketika sedang terluka parah. Hal ini tentunya berbeda dengan kebanyakan game saat ini.

Jika dibandingkan dengan game Firts Person Shooter (FPS) lainnya, semisal Modern Warefare 2. Kini Health system tidak lagi membutuhkan Medical Kit, pemain hanya perlu beristirahat sejenak untuk mengembalikan stamina.

Beragam Suara Rintihan yang Memilukan

Untuk kualitas suara, sepertinya Bioshock 2 sudah tidak diragukan lagi. Beragam efek suara sangat terdengar baik dalam game, baik itu suara rintihan yang memilukan hingga efek ledakan yang dahsyat.

Dan uniknya, karena berperan sebagai Big Daddy yang selalu mengenakan helm, maka beberapa suara dalam game ini seolah-olah berhasil membuat pemain sedang mengenakan helm.

Misalnya, suara rintihan Little Sister yang kerap berada di pundak pemain. Ketika dijajal detikINET dengan modus suara 5.1, Suaranya akan terdengar agak pudar dan menggema sama ketika kita sedang mengenakan helm.

Secara keseluruhan, game ini memang cukup sukses menebarkan rasa tegang kepada para pemainnya. Terlebih lagi bagi gamer yang sudah akrab sekali dengan Bioshock, maka wajib hukumnya untuk memainkan Bioshock 2.

Meski grafisnya tidak terlalu hebat ataupun sistem permainan yang belum banyak berubah, namun memainkan Bioshock 2 dengan tatanan suara yang memadai, cukup untuk memacu adrenalin para gamer.


Kelebihan:
+ Suara mengesankan
+ Banyak unsur artistik


Kekurangan:
- Kualitas grafis tidak meningkat
- Sistem permainan masih sama


Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis: Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, Digital Alliance GTX 275, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit, ASUS VH226 dan sistem operasi Windows 7
( eno / wsh )


source:tekno.kompas.com

RPM Konten Dicabut, Permen SMS Premium Bisa Batal


JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Mobile & Online Content Provider Association (IMOCA) menuntut juga agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mencabut Peraturan Menteri Nomor 01/2009 tentang SMS Premium. Sebab, menurut IMOCA secara keseluruhan Permen 01/2009 senada dengan RPM Konten Multimedia.

"Kita dari para content provider yang tergabung dalam IMOCA menuntut agar Kemkominfo mencabut Permen 01/2009," kata A. Haryawirasma, Ketua IMOCA dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (19/2/2010).

Seperti diketahui pada awal tahun lalu, Kemkominfo mengeluarkan Permen 01/2009 yang isinya bahwa jasa konten SMS premium itu tergolong sebagai jasa telekomunikasi sehingga penyedia jasa konten SMS premium diwajibkan untuk izin khusus dan dibebani biaya hak pemakaian jasa telekomunikasi (BHP Jastel) yang besarnya 1 persen dari pendapatan kotor tak peduli perusahaan tersebut untung atau bangkrut. Itu pun ditambah wacana untuk memungut biaya USO (Universal Services Obligation) sebesar 0,75 persen.

hal tersebutr dinilai sangat memberatkan para content provider (CP) sehingga menggugat Kemkominfo secara perdata ke pengadilan negeri Jakarta Pusat. Selain menggugat ke pengadilan negeri Jakarta Pusat, IMOCA juga mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung. Namun dalam sidang di pengadilan negeri Jakarta Pusat yang berlangsung hampir setahun, akhirnya dinyatakan bahwa hakim PN Jakarta Pusat tidak bisa menerima gugatan para CP anggota IMOCA karena pada saat yang sama IMOCA mengajukan judicial review ke MA.

Keputusan pengadilan negeri Jakarta Pusat bukan berarti gugatan IMOCA dibatalkan, tapi oleh Kemkominfo termasuk Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) diterjemahkan ditolak/kalah. Keputusan NO (niet onvanklijkverklaard) berarti gugatan tersebut belum memiliki kepastian hukum.

“Kami duga Kemkominfo menyimpulkan mereka menang sehingga dengan gagah berani mengajukan RPM konten multimedia. Rupanya mereka salah terka, RPM konten multimedia ditolak masyarakat,' kata Rasmo, panggilan Haryawirasmo. "Dan terbukti, bahwa peraturan-peraturan tersebut tidak pernah dikonsultasikan ke presiden. Kami yakin Permen 01/2009 juga tidak pernah dikonsultasikan ke presiden. Untuk itu kami minta dicabut," tandasnya.

source:tekno.kompas.com

Waduh, Tifatul Bahkan Belum Tahu Isi RPM Konten


JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak hanya komunitas internet di Indonesia yang kaget dengan rencana Kementrian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Konten Multimedia. Bahkan, Menkominfo Tifatul Sembiring pun tak tahu-menahu.

"Terus terang saya agak kaget juga dengan polemik soal RPM ini. Apalagi RPM yang dirancang 2006 itu memang belum pernah diserahkan ke tangan saya," ujar Tifatul kepada Kompas di Jakarta, Jumat (19/2/2010) pagi.

Tifatul mengaku, dirinya belum membaca dan tidak tahu sebelumnya tentang RPM ini. Apalagi kalau sampai ada yang mengatakan itu usulan dari dirinya.

"Itu katanya dibuat tahun 2006 pada era sebelum saya dan mungkin saja sudah sangat tidak cocok dengan perkembangan saat ini," ujarnya. Ia mengatakan, jika RPM Konten Multimedia memang mengancam kebebasan pers, otomatis akan dibatalkan.

Imam Prihadiyoko


source:tekno.kompas.com

'Pornografi Harusnya Jangan Dilarang!'



Bandung - Pornografi ibarat air bah. Semakin dibendung akan semakin meluap dan mencari celah untuk mengalir. Karenanya pornografi jangan dilarang.

Di tengah polemik tentang Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia , di mana salah satu poinnya adalah untuk membatasi konten-konten negatif, pernyataaan nyleneh justru disampaikan oleh Sony Sugema, Dirut Sony Sugema College (SSC).

Kepada detikINET, Sony menganalogikan pornografi ibaratnya air bah. Layaknya air bah, semakin dibendung akan semakin meluap dan akan mencari celah untuk mengalir.

"Pornografi jangan dibendung tapi diarahkan. Sama seperti air, semakin ditahan semakin meluap," katanya saat berbincang santai di Q-Quantum, Jalan Cisangkuy No 20, Bandung.

Internet seringkali dituduh sebagai tempat paling mudah mendapatkan pornografi. Beberapa aturan seperti UU ITE serta yang sedang menjadi polemik yakni RPM Konten Multimedia pun disiapkan untuk membendung konten negatif.

Menurut pria yang juga Ketua Yayasan Taqwa Cerdas Kreatif, internet sebagai media tidak bisa dibatasi begitu saja. Justru dengan membatasinya akan merugikan.

"Bukan dibatasi dengan berbagai macam aturan. Tapi kita harus berfikir dan bagaimana mengendalikannya dengan edukasi. Kita berikan alternatif konten seperti Digital Learning System (DLS) ini. Atau konten-konten positif lainnya," paparnya.

Sony khawatir jika semakin dibatasi maka masyarakat akan semakin mencari celah untuk konten-konten negatif. "Ngga perlu dilarang pornografi itu. Lebih baik dikendalikan. Kita berikan alternatif konten," tegasnya.

source:detikinet.com

Tifatul Batalkan RPM Konten Multimedia


JAKARTA, KOMPAS.com - Menkominfo Tifatul Sembiring yang baru tiba dari Swedia untuk melakukan negosiasi dengan sejumlah perusahaan ponsel, akan membatalkan RPM Konten Multimedia yang dianggap membelenggu pers.

"Kalau RPM ini memang mengancam kebebasan pers, otomatis saya coret," ujar Tifatul ketika menghubungi Kompas di Jakarta, Jumat (19/2/2010) pagi. Ia mengatakan RPM tersebut dibuat sejak tahun 2006 sehingga ada kemungkinan tidak cocok dengan perkembangan saat ini. Ia bahkan mengaku belum pernah mendapat laporan soal rencana dikeluarkannya RPM Konten Multimedia ini.

Munculnya kembali RPM Konten Multimedia yang saat ini memasuki uji publik sempat menuai kritik dan protes dari komunitas internet di Indonesia. Aturan tersebut dinilai dapat mengekang kebebasan berekspresi.

Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam rapat kabinet paripurna, di Jakarta, Kamis (18/2/2010) kemarin sempat menyinggung soal RPM Konten Multimedia yang menimbulkan reaksi keras dari publik. Presiden mengingatkan bahwa peraturan tersebut sensitif dan masih wacana sehingga harus dipertimbangkan dengan matang sebelum diajukan kepada publik. Presiden sendiri menyatakan belum pernah mendapat laporan tentang rencana dikeluarkannya aturan tersebut.

Imam Prihadiyoko


source:tekno.kompas.com